JAYAPURA – Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Pariwisata resmi merilis peta jalan pengembangan sektor pariwisata jangka panjang melalui Rencana Aksi RIPPDA (Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah) Kota Jayapura Tahun 2026–2045. Mengusung visi "Pariwisata Berkualitas, Berdaya Saing, Berkelanjutan", program ini dirancang untuk menata serta memajukan pariwisata di Kota Port Numbay selama dua dekade ke depan.
Rencana strategis ini terbagi ke dalam empat tahapan utama:
Tahap I: Penguatan Fondasi Pariwisata (2026–2030)
Berfokus pada pembangunan serta pemeliharaan sarana dan prasarana di kawasan strategis dan destinasi prioritas. Langkah strategis pada tahap ini mencakup aktivasi kapal wisata untuk mendukung atraksi bahari dan event, pengembangan kampung wisata berbasis budaya dan ekonomi kreatif, penguatan kapasitas serta sertifikasi SDM pariwisata (pelaku UMKM, pemandu wisata, pokdarwis), kemitraan lintas sektor, penyusunan paket wisata kota (city tour, budaya, bahari), hingga digitalisasi promosi melalui media sosial, situs web, dan festival tahunan.
Tahap II: Pengembangan dan Integrasi Destinasi (2031–2035)
Tahap ini berfokus pada peningkatan aksesibilitas melalui jalur transportasi wisata, penataan rute, dan penguatan konektivitas darat, laut, serta lintas batas RI–Papua New Guinea (PLBN Skouw). Selain itu, dikembangkan pula sektor MICE, sport tourism, event budaya tahunan, serta pembentukan Jayapura Tourism Board guna memperkuat kelembagaan pariwisata.
Tahap III: Ekspansi Daya Saing dan Investasi (2036–2040)
Mendorong diversifikasi produk wisata (bahari, budaya, sejarah, religi, dan ekowisata) serta pengembangan pusat ekonomi kreatif berbasis budaya unggulan Port Numbay. Penekanan juga diberikan pada peningkatan kualitas amenitas dan akomodasi, serta penerapan sistem pemasaran terpadu berbasis data wisatawan dan teknologi digital.
Tahap IV: Pariwisata Berkelanjutan dan Berdaya Saing Global (2041–2045)
Mewujudkan Kota Jayapura sebagai destinasi pariwisata berkelanjutan dan gerbang utama wisata Tanah Papua. Fokus tahap akhir mencakup optimalisasi tata kelola destinasi, promosi internasional (pasar kapal pesiar dan wisata lintas negara), penerapan standar keberlanjutan, inovasi smart tourism, serta evaluasi menyeluruh sebagai dasar penyusunan rencana periode berikutnya.
Melalui pelaksanaan Rencana Aksi RIPPDA ini, Dinas Pariwisata Kota Jayapura menargetkan capaian nyata pada tahun 2045, antara lain:
Peningkatan signifikan jumlah wisatawan dan lama tinggal (length of stay).
Peningkatan belanja wisatawan.
Dampak lingkungan yang terkelola dengan baik.
Peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal.
Terwujudnya daya saing destinasi di tingkat nasional maupun internasional.
Dengan langkah terpola ini, Kota Jayapura optimistis mampu mengokohkan posisinya sebagai "Jayapura Gerbang Pariwisata Tanah Papua".
Share This News